Loading...
KAJIAN TASAWUF-DUNIA

KAJIAN TASAWUF-DUNIA

HIKMAH FIRDAUS

 

DUNIA

 

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَتَسَاوَي عِنْدَ اللّٰهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا شَقَى الْكَافِرَ مِنْهَا شُرْبَةَ مَآءٍ (رَوَاهُ التِّرْمِيْذِي)

“Seandainya dunia disisi Allah

Sama dengan sayap nyamuk, tidaklah Dia

(Allah) akan memberi minum orang

Kafir barangsetegukpun”

(HR. Tirmidzi)

 

            Dunia dengan segala kemewahannya memang  sama  sekali  tak berarti disisi Allah, kecuali dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dunia dengan kemewahanya  sebenarnya hanya bersifat    sementara saja, kemudian musnah dimakan usia, oleh sebab itu seorang mukmin harus berhati-hati mensikapinya, bagaimana segala pemberian Allah di dunia ini dipakai untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan berjuang menegakkan ajaran-Nya sebab jika tidak, dunia hanya menjadi suatu cobaan yang bersifat sia-sia saja yang akan musnah dan lenyap sementara adzab akhirat menanti, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Hadid ayat 20 yang berbunyi:

 

اِعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ  نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرٌّ ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِى الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرَضْوَانٌ وَمَا الْحَيوةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغَرُوْرِ (الْحَدِيْد: 20)

Ketahuilah! Bahwasanya kehidupan dunia itu permainan, senda gurau, perhiasan dan saling berbangga dan saling berbanyak-banyakan diantara kalian dalam harta dan anak. Seperti hujan yang tanaman-tanamannya menggembirakan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kuning dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi  hancur.Dan di akhirat  (nanti) ada azab  yang  keras dan ampunan  dari Allah serta keridhoannya dan Tidaklah  kehidupan di dunia itu kecuali kesenangan yang menipu (QS. Al Hadid: 20)

           

Karena dunia seringkali memalingkan  seseorang  dari jalan Allah dan  seringkali melupakan seseorang tentang   misi dan visi hidup yang sebenarnya. Maka Allah menjauhkan cinta dunia dari  para wali-wali yang dicintainya sebagaimana  Asy-Syagori berkata :

“Allah SWT menjauhkan dunia dari para auliya’-Nya, mejauhkan  dari makhluk-Nya yang berhati suci, dan menjauhkannya dari hati mereka yang dicintain-Nya karena Dia tidak memperuntukkan bagi mereka”

            Dunia dengan segala isinya tidak ada apa-apanya dibandingkan kesenangan dan kemegahan hidup di akhirat, oleh sebab itu dihindarkan bagi wali-wali-Nya kecuali sekedar bekal untuk beribadah dan berjuang di jalan Allah, oleh sebab itu Rasul memerintahkan untuk selalu mengikuti orang-orang yang zuhud dan menjaga dirinya dari kerakusan-kerakusan akan dunia hingga ia tidak terjebak pada kesenangan sementara yang menimpa dan melalaikannya dari jalan Allah, sebagaimana nabi bersabda:

 

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ قَدْ أُوْتِيَ زُهْدًا فِى الدُّنْيَا وَمَنْطِقًا فَاقْتَرِبُوا مِنْهُ يَكْفَنُ الْحِكْمَةَ (اَخَرَجَهُ أَبُوا نُعَيْم الْبَيْهَقِي عَنْ أَبِي خَلاَدِ)

 

 

Apakah kamu sekalian melihat seseorang

Yang telah dianugrahi zuhud berkenaan dengan

dunia dan ucapan, maka dekatilah ia karena ia

dibimbing oleh Hikmah-Hikmah

(HR. Abu Khollad dan ditahrij oleh Abu Nu’aim dan baihaqi)

 

عَنْ كَعْبٍ بْنِ عِيَاضٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِيْ الْمَالُ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

 

Dari Ka’ab bin Iyadh  RA, dari Nabi SAW beliau bersabda:

“sesungguhnya bagi setiap umat ada fitnah dan fitnah dari ummatku  adalah harta” (HR. Tirmidzi)

 

Imam Ali Ra. Berkata:”sesungguhnya perumpamaan dunia seperti ular, betapa lembut sentuhannya, sementara dalam perutnya menyimpan racun yang mematikan, orang yang berakal akan berhati hati terhadapnya, sementara anak kecil yang bodoh akan cenderung kepadanya (insan Ilahiah hal.309)