Loading...
PERSIAPKAN DIRI UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT BAGIAN 2

PERSIAPKAN DIRI UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT BAGIAN 2

CIRI-CIRI ORANG YANG BERTAQWA

  1. Ali Imran ayat 133-136
  2. Suka berinfak pada waktu lapang dan sempit
  3. Selalu mampu menahan amarah
  4. Selalu memaafkan kepada manusia
  5. Selalu istigfar terhadap dosa-dosanya dan tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut
  6. Al Baqarah ayat 1-5
  7. Beriman terhadap hal-hal yang ghaib berupa Tuhan, surge neraka, dan negeri akhirat
  8. Menegakkan sholat dan memberi infak dari harta yang dirizkikan Allah
  9. Beriman terhadap kitab-kitab Allah yang kini dan yang lalu (taurat dan injil)
  10. Yakin terhadap negeri akhirat
  11. Ingat kepada Allah jika digoda Syaithan (Qs. Al A’raf ayat 201)
  12. Mempunyai perspektif yang baik kepada Allah (Qs. An Nahl (16) ayat 30)
  13. Membaca tanda-tanda Alam (Qs. Yunus (10) ayat 6)
  14. Membesarkan syiar Allah (Qs. Al Hajj ayat 32)
  15. Sopan disisi Rasulullah (Qs. Al Hujurat (49) ayat 3)

 

KESIMPULAN

Ayat diatas mengajak kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan (kesadaran tentang ketuhanan) kepada Allah dan mengajak kita untuk mempersiapkan segala amal yang kita lakukan untuk kehidupan akhirat kita sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرمِيْذِي وَابْنُ مَاجَه)

Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk hari setelah kematiannya.  (HR. Imam Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dan melarang kita untuk melupakan Allah jika kita melupakan Allah berarti kita melupakan diri kita sendiri, maksudnya tidak mempersiapkan akhirat tapi hanya mengejar kehidupan dunia saja. Karena seperti itulah ciri-ciri orang fasik, hanya mementingkan kehidupan dunia saja. Dan pada ayat ke 20 diatas juga menerangkan bahwa profil antara penduduk surga dan penduduk neraka sungguh berbeda dari segi sifat dan tingkah laku. Penduduk surga suka berinfak, penduduk neraka suka berfoya-foya, penduduk surga rajin beribadah, penduduk neraka tidak beribadah, penduduk surga mementingkan akhirat penduduk neraka mementingkan dunia untuk bersenang-senang dan Allah memastikan bahwa penduduk surgalah orang yang menang dalam arti yang sebenar-benarnya. Oleh sebab itu Ibnu Katsir berpesan

حَاسِبُوْا اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبُوْا وَانْظُرُوْا مَاذَا اِدَّخَرْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ مِنَ اْلاَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعَرَضِكُمْ عَلَى رَبِّكُمْ

Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab dan perhatikanlah apa yang telah kalian tabung (persiapkan) untuk diri kalian dari amal-amal sholeh untuk hari kembali (akhirat) kalian dan persembahan/paparan kalian terhadap Allah.

Tadabbur Surat Ali Imron Ayat 133- 136

اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ

133. وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ

Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga

عَرۡضُهَا السَّمَٰوَٰتُ وَالۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ.

  luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكَٰظِمِينَ الۡغَيۡظَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya

وَالۡعَافِينَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِينَ.

Dan orang-orang yang memaafkan kepada manusia, Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

135. وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ

Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzolimi diri mereka sendiri,

ذَكَرُواْ اللّٰهَ فَاسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡۗ

Mereka langsung ingat kepada Allah, lalu mereka memohon ampun atas  dosa-dosa mereka

وَمَن يَغۡفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ.

dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Allah, Dan mereka tidak meneruskan apa-apa yang telah mereka perbuat, sedangkan mereka mengetahui.

136. أُوْلَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَجَنَّٰتٞ

Mereka itu, balasan mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga

تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا الۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ

yang mengalir di  bawahnya sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya;

وَنِعۡمَ أَجۡرُ الۡعَٰمِلِينَ.

dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

 

KETERANGAN

Surat Ali Imran ayat 133 mengajak kita untuk  segera berlomba-lomba menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang khusus disediakan bagi orang orang yang bertaqwa diantara umat Islam, namun untuk menuju surga maka ampunan dari Allah adalah syaratnya, sehingga Allah mengajak kita untuk bersegera menuju ampunan-Nya sebagai syarat menuju surga-Nya sebab tidak ada seorangpun yang dapat lepas sepenuhnya dari dosa karena manusia adalah tempat kesalahan dan kelupaan (مَحَلُّ الخطَأِ  وَالنِّسْيَانِ ) sebagaimana Rasullah SAW bersabda:

 عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُنْجِيْهِ عَمَلُهُ قَالُوْا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ قَالَ وَلاَ أَنَا إِلاَّ يَتَغَمَّدَنِيَ اللّٰهُ مِنْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ ..... (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abi Hurairoh r.a. dari Nabi SAW. Bersabda: “Tidak ada seorangpun diantara kalian yang amalnya dapat menyelamatkannya, mereka berkata: apakah engkau juga wahai Rasulullah? Beliau menjawab: tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan kepadaku ampunan dan rahmat-Nya.” (HR. Muslim)

عَنْ أَبِيْ أَيُّوْبَ الأَنْصَارِيِّ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ اَنَّكُمْ لَمْ تَكُنْ لَكُمْ ذُنُوْبٌ يَغْفِرُهَا اللّٰهُ لَكُمْ لَجَاءَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ لَهُمْ ذُنُوْبٌ يَغفِرَهَا لَهُمْ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari abi ayyub al anshori dari Rasulillah SAW. Beliau bersabda: seandainya kalian semua tidak mempunyai dosa sedikitpun yang patut diampuni Allah, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa untuk diberikan ampunan bagi mereka.” (HR. Muslim)

 عَنْ اَبِيْ ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُوْلُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَاَزِيْدُ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَجَزَاءُهُ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ غُفِرَ وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّى شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّى ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَمَنْ اَتَانِى يَمْشِيْ اَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً وَمَنْ لَقِيَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا لَقِيْتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abi Dzarr ia berkata: Rasulullah SAW. Bersabda; Allah Azza wa Jalla berfirman: barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan yang semisalnya dan terkadang aku tambahkan lagi. Dan barangsiapa yang berbuat keburukan, maka balasannya adalah keburukan yang serupa atau aku mengampuninya. Barangsiapa mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka aku akan mendatanginya dengan berlari. Dan barangsiapa yang bertemu dengan-Ku dengan membawa kesalahan sebesar isi bumi tanpa menyekutukan-Ku dengan yang lainnya, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Muslim)

 

TENTANG SURGA

Kemudian Nabi SAW mengatakan semua ummatnya, maksudnya pengikut-nya akan masuk surga kecuali yang menolak, orang yang dikatakan menolak oleh Rasulullah adalah yang membangkang kepada-nya, tidak mengikuti petunjuk petunjuk dan petuah-petuahnya sebagaimana hadist beliau yang berbunyi:

 عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ  أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ اَبَى (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW. Bersabda: “setiap umatku masuk surga selain yang enggan,” para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, siapakah yang enggan?” Nabi Menjawab: “siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang kepadaku berarti ia enggan (masuk surga)” (HR. Bukhori)

Hanya yang enggan saja yang tidak masuk surga, kemudian Rasulullah juga menjelaskan orang orang mukmin yang masih punya tanggungan mereka juga akan tertahan di sebuah tempat yang bernama Qinthoroh sampai mereka menyelesaikan semua urusannya yang tertunda dahulu di dunia sebagaimana diberitakan oleh Nabi SAW,

عَنْ اَبِيْ سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِي رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُوْنَ مِنَ النَّارِ حُبِسُوْا بِقَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيَتَقَاصُّوْنَ مَظَالِمَ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِى الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا نُقُوْا وَهُذِّبُوْا أُذِنَ لَهُمْ بِدُخُوْلِ الْجَنَّةِ فَوَ الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَأَحَدُهُمْ بِمَسْكَنِهِ فِى الْجَنَّةِ أَدَلُّ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِى الدَّنْيَا (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Dari Abi Said Al Khudri r.a dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda: apabila orang-orang mukmin telah melewati neraka, mereka akan ditahan di suatu jembatan yang disebut Qantharah yang terletak antara surga dan neraka, lalu disana mereka akan diqishas (dibalas) atas kedzaliman yang terjadi sesama mereka di dunia, sehingga apabila telah tidak ada lagi dosa barulah mereka diizinkan untuk memasuki surga. Dan demi Dzat yang jiwaku (Muhammad) berada di tangan-Nya, sungguh seseorang dari mereka lebih hafal tempat tinggalnya di surga ketimbang tempat tinggalnya di dunia.” (HR. Bukhori).

Kemudian Nabi meggambarkan bahwa keadaan di surga itu jauh lebih baik dari di dunia, sebagaimana sabdanya:

 عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: غَدْوَةٌ فِى سَبِيْلِ اللّٰهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ أَوْ مَوْضِعُ قَدَمٍ مِنَ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى الأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْ مَا بَيْنَهُمَا رِيْحًا وَلَنَصِيْفُهَا يَعْنِى الْخِمَارَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا  (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Dari Anas bin Malik r.a dari nabi SAW beliau bersabda: berpagi hari atau bersore hari fi sabilillah adalah lebih baik daripada dubia seisinya, dan nilai busur panah salah seorang dari kalian atau tempat kaki di surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Kalaulah bidadari surga muncul ke bumi, niscaya ia akan menerangi yang ada diantara keduanya dan memenuhi keduanya dengan wewangian, dan kerudung (bidadari) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori)

Diantara ummat Nabi Muhammad SAW ada yang masuk surga tampa di hisab terebih dahulu, tentu mereka adalah para sahabat dan pelopor-pelopor dalam berbuat kebaikan sehingga amal perbuatan baiknya melimpah menghapus semua keburukan dan dosa-dosanya,

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَيْدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفِ (شَكَّ فِيْ أَحَدِهِمَا) مُتَسَاكِسِيْنَ اٰخِذٌ بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ حَتَّى يَدْخُلَ أَوَّلُهُمْ وَاخِرُهُمُ الْجَنَّةَ وَوُجُوْهُهُمْ عَلَى ضَوْءِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Dari sahl bin sa’d mengatakan: NAbi SAW. Bersabda: “diantara umatku ada tujuh pulu ribu orang atau tujuh ratus ribu orang (Sahl ragu kepastiannya) masuk surga dengan tanpa hisab, mereka saling berhimpitan, satu sama lain saling bergandengan, dari yang pertama hingga yang terakhir masuk surga, wajah mereka bercahaya bulan di malam purnama.” (HR. Bukhori)

 

Tapi ada juga orang orang yang tampaknya di dunia seolah-olah ia adalah seorang calon penghuni surga karena amalan amalanya namun ia sebenarnya adalah penghuni neraka karena ketika mengerjakan kebaikan tidak ikhlas karena Allah, namun ada juga yang sebaliknya karena keikhlasannya dia menjadi penghuni surga walaupun manusia mengangapnya penghuni neraka, sebagaimana hadist Rasulullah berikut ini:

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِي أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ اِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيْمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَاِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيْمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Sahl bin Sa’d As sa’idi bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: “Ada seseorang yang melakukan amalan penghuni surga hingga terlihat oleh manusia menjadi penghuninya padahal ia termasuk penghuni neraka, sebalikya Ada seseorang yang melakukan amalan penghuni neraka hingga terlihat oleh manusia menjadi penghuninya padahal ia termasuk penghuni surga.” (HR. Muslim)