Loading...
PERSIAPKAN DIRI UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT BAGIAN 3

PERSIAPKAN DIRI UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT BAGIAN 3

Keterangan Mengenai Surat Ali Imran ayat 134

Ayat ini menerangkan tentang ciri-ciri orang bertaqwa yang akan masuk ke surga adalah mereka mau berinfak baik dalam keadaan susah maupun dalam keadaan lapang rizkinya, sebab manusia itu berbeda-beda ada yang suka berinfaq ketika Allah memberinya banyak rizki, namun ia enggan berinfaq ketika Allah mengujinya dengan kekurangan rizki, dan ada pula manusia yang ketika Allah membatasi rizkinya maka ia rajin berinfak karena ia bisa merasakan kesusahan orang orang disekitarnya, namun ketika Allah memberinya banyak rizki ia mejadi lupa daratan, ia menjadi sombang dan ingkar ni’mah sebagaimana Tsa’labah yang di do’akan oleh Rasulullah menjadi kaya, namun ia melupakan ni’mat Allah setelah kaya dan enggan kemasjid yang selalu di datanginya ketika ia miskin. Oleh sebab itu Allah menghendaki orang yang bertakwa itu selalu berinfak baik ia dalam keadaan lapang maupun susah, kemudian Rasulullah bersabda pula untuk tidak meremehkan sodaqoh walaupun hanya dengan sebutir kurma sebagaimana sabdanya:

لاَ يَحْقِرَنَّ شَيْئٌ مِنَ الصَّدَقَةِ وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرَةِ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَالنَّسَائى وَابْنُ مَاجَه وَابنُ مَرْدَوَيْه)

Dan janganlah meremehkan dalam sedekah itu walaupun dengan satu biji kurma”. (HR.Muslim, An Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Mardawaih )

Kemudian Rasulullah menjelaskan tentang harta yang halal ikut terbakar atau habis karena di dalamnya ada harta haram, yaitu zakat yang seharusnya dikeluarkan untuk membersihkan harta tersebut

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَاخَالَطَتِ الصَّدَقَةُ مَالاً قَطُّ اِلاَّ اَهْلَكَتْهُ رَوَاهُ اَلْحُمَيْدِي وَزَادَ, قَالَ: يَكُوْنُ قَدْ وَجَبَ عَلَيْكَ فِيْ مَالِكَ صَدَقَةٌ فَلاَ تُخْرِجْهَا فَيُهْلِكَ الْحَرَامُ الْحَلاَلَ (رَوَاهُ الإِمَامُ الشَّافِعِيْ وَالْبُخَارِي)

Dari Aisyah r.a. dari Nabi SAW. Ia bersabda: “Jika sesuatu harta dicampuri oleh zakat, pastilah akan dirusakkannya.” Diriwayatkan oleh Humaidi dengan tambahan: sabda Nabi SAW: “mungkin ada hartamu yang wajib dizakatkan, tapi tak dikeluarkan, maka harta haram itu akan merusak yang halal!” (HR. Imam Syafi’I dan Bukhari)

Dan Rasulullah juga menjelaskan tentang seorang istri yang berinfak dengan harta suaminya, maka suaminya juga mendapat pahalanya.

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا أَنْفَقَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ كَسْبِ زَوْجِهَا عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Dari Abi Hurairoh r.a. dari Nabi SAW. Bersabda: apabila seorang wanita menginfakkan sesuatu dari hasil jerih payah suaminya tanpa perintahnya, maka bagi suaminya itu adalah setengah pahala.” (HR. Bukhori)

 

TENTANG MARAH

Hadits yang berkaitan

يَقُوْلُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ اذْكُرْنِيْ إِذَا غَضِبْتَ وَأَذْكُرْكَ إِذَا غَضِبْتُ فَلاَ أُهْلِكُكَ فِيْمَنْ اَهْلَكَ (ابْنُ حَاتِمٍ)

Allah ta’ala berfirman: wahai bani Adam ingatlah kepada-Ku ketika engkau marah, niscaya Aku mengingatmu jika Aku sedang murka kepadamu. Karena itu Aku tidak akan membinasakanmu bersama orang-orang yang Aku binasakan (HR. Ibnu Hatim)

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ وَلَكِنَّ الشَّدِيْدَ الَّذِيْ   يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رَوَاهُ الإِمَامُ أَحْمَدُ)

Dari Abi Hurairoh r.a dari Nabi SAW. Bersabda: orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan dirinya dikala ia sedang marah (Imam Ahmad)

وَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا تَعُدُّوْنَ الصُّرْعَةَ فِيْكُمْ! قُلْنَا الَّذِيْ لاَ تَصْرُعْهُ الرِّجَالَ, قَالَ: (لاَ وَلٰكِنْ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Ia berkata: Rasulullah SAW. Bersabda: bagaimanakah menurut kalian orang yang paling kuat diantara kalian?” kami menjawab: orang yang tidak terkalahkan oleh banyak laki.” Rasulullah SAW. Bersabda: bukan, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan dirinya dikala ia sedang marah (HR. Muslim)

 عَنْ سَهْلٍ بِنْ مُعَاذَ بِنْ أَنَسٍ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَظَّمَ غَيظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى اَنْ يَنْفَذَهُ دَعَاهُ اللّٰهُ عَلَى رُءُوْسِ الْخَلاَئِقِ حَتَّى يُخَيِّرُهُ مِنْ اَيِّ الْحُوْرِ شَاءَ (رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدَ وَالترمِذِي وَابْنُ مَاجَه)

Dari Sahl bin Mu’adz dari Anas dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: “Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu melaksana-kannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di semua mata makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manapun yang ia sukai.” (HR.Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ فِى قَوْلِهِ تَعَالَى (وَالكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ) أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَظَّمَ غَيظًا وَهُوَ يُقَدِّرُ عَلَى اِنْفَاذِهِ مَلَأَ اللّٰهُ جَوْفَهُ أَمْنًا وَإِيْمَانًا  (رَوَاهُ عَبْدُ الرزَّاق)

Dari Abu Hurairoh r.a tentang firman Allah (وَالكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ) bahwasanya nabi SAW. Bersabda: “barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu melaksankannya, niscaya Allah memenuhi rongga dadanya dengan keamanan dan dan keimanan. (HR.Abdur Razzak)

MEMAAFKAN ORANG LAIN

Hadits yang berkaitan

 عَنْ اُبَي ابْنُ كَعْبٍ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ: مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُشْرَفَ لَهُ الْبُنْيَانُ وَتُرْفَعُ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ, وَيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ, وَيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ (رَوَاهُ الْحَاكِمُ)

Dari Ubay bin Ka’ab Rasulullah SAW. Bersabda: “Barangsiapa yang menginginkan bangunan untuknya (di surga) dimuliakan dan derajat pahalanya ditinggikan, hendaklah ia memaafkan orang yang telah mendzoliminya, dan memberi kepada orang yang kikir kepadanya dan menyambung silaturrahmi kepada orang yang memutus silaturrahmi (HR Hakim)