Puisi karangan Dra. Nur Ainy Almascatty
Gunung meletus tumpahkan lahar menyala
Tanah longsor tumbangkan rumah dan pepohonan
Sungai banjir lahirkan bencana
Udara cemar kumuhkan kota
Anak-anak kaum pengungsi beribu, berjuta
Tiada terurus di jalan-jalan
Di lorong-lorong dan di penampungan
Anak-anak jalanan jadi hiasan kota-kota besar
Pengemis, pengamen, gelandangan gentayangan
Di pasar-pasar, di rumah-rumah
Dan di kota-kota
Perampokan dan penodongan
Jadi berita sehari-hari
Kecabulan dan pemerkosaan
Jadi hiasan majalah-majalah
Ancaman dan kerusuhan
Jadi solusi dan pemecah masalah
Perang dan huru hara
Cara mengemukakan pendapat
Wahai bangsa pujaan para penyair
Dimanakah perahu Nuh berada
Yang kan selamatkan generasi unggul
Agar bangsa berwajah indah pelangi
Namun perahu tak kan sanggup
Selamatkan bangsa yang terlanjur poranda
Jika Tuhan enggan menyapa
Maka malaikatpun enggan menolong
Semailah doa bukan hanya satu
Sepuluh atau sejuta ulama
Namun seluruh bangsa merajuk lembut
Berdoa dan memohon
Agungkan Tuhan dalam setiap dimensi hidup
Semoga Ia kan turun tangan dengan
Bershof-shof malaikat pembawa rahmat
Malang, 17 Agustus 2001
Komentar Terbaru