A. Strategi Iblis Menjebak Manusia
Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah yang dikutip oleh Jalaludin Rahmat dalam bukunya Tafsir Al-Fatihah, iblis menjebak manusia secara bertahap; berikut ini adalah tahapan-tahapan jebakan iblis pada manusia:
- Iblis menawarkan kekufuran, mengajak menolak agama, eksistensi Tuhan dan kebenaran kitab suci, agama dianggap sebagai keterbelakangan dan dianggap sebagai penghambat kemajuan, seolah-olah jika ingin maju dan modern maka hendaklah meninggalkan agama.
- Bila gagal dengan jebakan pertama, maka iblis merancang jebakan kedua, yaitu bid’ah, kita tetap beragama, tapi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan risalah Nabi Muhammad, sehingga menimbulkan kesesatan dan kerancuan dalam agama.
- Bila berhasil menolak semua bid’ah maka iblis menawarkan dosa besar berupa zina, korupsi, merampas hak orang lain, ambisi pribadi dan durhaka pada orang tua.
- Jebakan keempat berupa tawaran untuk melakukan dosa-dosa kecil dengan alasan manusiawi, padahal Ali bin Abi Thalib berkata “Dosa-dosa yang paling besar adalah dosa yang dianggap kecil oleh pelakunya”.
- Jebakan kelima iblis akan menyibukkan dengan hal-hal yang mubah sehingga kita melalaikan berbagai kewajiban, kita menjadi sangat berlebih-lebihan dalam bersenda gurau, berwisata, mencari nafkah dan lain-lain, sehingga melupakan tugas-tugas dan kewajiban pokoknya dalam mengabdi kepada Allah.
- Jebakan yang lebih canggih lagi adalah iblis menawarkan ibadat-ibadat utama tapi melalaikan dari ibadah-ibadah yang lebih utama, misalnya sibuk berzikir, membersihkan diri atau tafakkur disudut-sudut rumah atau masjid, lalu mengabaikan masalah-masalah sosial, amar ma’ruf, nahi munkar dan jihad fi sabilillah, maka kita telah melupakan hal-hal yang lebih utama dan mengerjakan hal-hal yang utama.
- Jebakan terakhir dan yang paling canggih khusus untuk orang-orang bertaqwa adalah Iblis akan mengerahkan bala tentaranya jin dan manusia untuk menyakiti orang-orang mukmin, dengan memfitnah, mencaci-maki dan mendustakan ajaran-ajarannya, sehingga mereka dipenjara, hina, miskin dan terkucil.[1]
Demikianlah bermacam-macam jebakan iblis dan bala tentaranya yang selalu berupaya menggoda manusia agar masuk ke dalam golongannya sebagai ahlu-annaar.
Dalam sebuah syairnya Fariduddin Attar, seorang guru spiritual dalam dunia tasawuf menulis syair tentang godaan iblis sebagai berikut:
Karena aku (iblis) telah menuangkan diriku kedalam batinnya,
Keturunan Adam akan tunduk kepada kemalanganku.
Kadang-kadang dengan bantuan khannas,
Aku dengan kelicikanku, akan membuat dalam dada manusia
Seratus perangkap untuk perbuatan tercela
Di lain waktu aku akan menghasut seratus jenis hasrat di dalamnya,
Aku akan menjadi seperti darah di dalam uratnya.
Kadang aku akan medesaknya terutama untuk berbuat ketaatan,
Tetapi dari ketaatan itu aku tunjukkan untuk Kemunafikan, bukan ketulusan.
Aku akan mengajarkan suatu jenis ilmu sihir yang lain,
Untuk menyesatkan manusai dari jalan yang benar.
Karena setan telah membuat rumahnya di dalam dirimu,
Dia telah mendudukan diri dalam kekuasaan dan menyusun singgasananya.
Dia menghalangi engkau dari jalan kebenaran dan
Karena penderitaan yang disebakbkan oleh perbuatan ini
Matamu menjadi seperti awan yang akan mengalirkan darah.
Jika itu adalah nasib Adam karena dia memandang
Pada satu karung gandum yang akan berduka cita selama tiga ratus tahun.
Perhatikanlah berapa banyak air mata yang akan dicucurkan,
Dia yang menanggung kutukan Allah dan dipenuhi dengan kecemburuan.
[1] Jalaluddin Rahmat, op.cit., hal.144
Komentar Terbaru